Kamis, 21 Mei 2015

Istilah Dalam Naruto



Bijuu
Siluman yang berasal dari cakra yg berjumlah besar, berjumlah 9 ekor (Ichibi, Nibi, Sanbi, Yonbi, dan Kyuubi). Dan menurut para penduduk yang desanya memiliki Bijuu, satu tebasan ekor mereka dapat menyebabkan Tsunami,Gempa, dan bencana besar lainnya.

Chakra
Tenaga yang mengalir dalam tubuh yang tersimpan setelah latihan keras dan bisa digunakan untuk berbagai macam hal; terutama untuk mengeluarkan jutsu.

 Jinchuuriki
Orang yang ditubuhnya tersegel bijuu.

Jutsu
Jurus, teknik, sesuatu yang digunakan oleh ninja sebagai serangan maupun pertahanan. Dibagi menjadi tiga, yaitu taijutsu, ninjutsu, dan genjutsu. Yang dimaksud dengan taijutsu adalah teknik dasar ninja berupa gerakan fisik seperti melompat, memukul, atau menendang. Ninjutsu adalah teknik ninja yang menggunakan chakra untuk mengeluarkan jutsu-jutsu dengan elemen tertentu. Sedangkan genjutsu adalah teknik ninja yang mampu membawa musuhnya ke dalam dunia ilusi.

Kuchiyose
Kuchiyose atau “hewan panggilan” (summon) adalah hewan yang dapat dipanggil untuk kemudian digunakan untuk menyerang sebagai senajta ninja. Contohnya adalah ketika Kakashi memanggil sepasukan anjing (dog pack) untuk membantunya melawan Zabuza (versi anime: episode 6 hingga episode 12 dan versi manga dari jilid 3 hingga jilid 6), Jiraiya memangil Gamabunta (raja katak), Orochimaru memanggil Manda (raja ular raksasa), Tsunade memanggil Katsuyu (Siput raksasa) dan Naruto memanggil katak yang merupakan anak dari Gamabunta yaitu Gamakichi (kadang-kadang datang bersama adiknya Gamatatsuyang akhirnya cuma mengganggu saja). Summon juga dapat digabungankan atau berubah bentuk bila bersatu dengan pemanggilnya.

Kunoichi
Ninja perempuan. Seperti Sakura, Ino, Hinata, Tenten, Temari, Tayuya,Tsunade, Shizune, dan masih banyak lagi yang pokoknya ninja perempuan.

 Shinobi
Sebutan lain untuk ninja.

pasangan serasi dalam naruto



 Naruto dan Hinata
Dua orang dengan sikap yang berbeda. Naruto dengan sifat yang tidak bisa diam, kuat dan agak konyol sementara Hinata dengan sifat pendiam, pemalu dan pantang menyerah. Jika dulu Naruto menjadi inspirasi bagi Hinata, sekarang Hinatalah yang menjadi inspirasi bagi Naruto. Kedua pasangan ini bisa saling melengkapi satu sama lain. Dalam perang dunia keempat, Naruto mulai kehilangan kepercayaan dirinya akibat salah satu teman terbaiknya yaitu Hyuuga Neji terbunuh. Neji terbunuh karena berusaha melindungi Naruto dari serangan yang dilancarkan oleh Juubi. Namun Hinata yang melihat sifat Naruto yang berubah tidak tinggal diam. Hinata mulai memegang kepala Naruto dan memberinya motivasi "Tetap maju dan tidak melupakan kata-katamu, itulah jalan ninjaku juga".

Sasuke dan Sakura
Yang satu cool dan ganteng, yang satu cantik dan pintar memang cocok buat pasangan ini. Saat masih jadi ninja genin, Sakura sudah jatuh cinta dengan Sasuke. Namun Sasuke pergi meninggalkan desa Konoha demi mendapatkan kekuatan dari Orochimaru.



 Minato dan Kushina
Mereka adalah ayah dan ibu Uzumaki Naruto. Sejak di akademi dan sampai sampai akhir hayatnya pun mereka bersama.



 Yahiko dan Konan
Yahiko adalah pasangannya Konan sebelum ia mati. Mereka adalah murid Jiraiya bersama Nagato. Nagato memakai badan Pain saat dewasa. Ketika memakai tubuh Yahiko Nagato mengubah namanya menjadi Pain. Ia dipanggil Tendo oleh temannya di Akatsuki kecuali Konan, Konan memanggilnya Nagato. Pain adalah ketua dari Akatsuki sedangkan Konan berpartner dengannya. Pain mati oleh Naruto sedangkan Konan oleh Tobi yang tak lain adalah Obito. Yahiko dan Nagato ditaruh berdampingan makam mereka terbuat dari kertas.



Gaara dan Matsuri
Gaara adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Gaara adalah Kazekage ke-5. Matsuri sangat menyukai Gaara di kagum pada Gaara. Matsuri berantisipasi melihat kematian Gaara. Mereka berdua berasal dari kota Suna. Matsuri selalu mengejar ngejar Gaara. Pada awal cerita mereka jarang terlihat bersamaan Setelah Gaara menjadi Kazekage ke-5 Matsuri mulai menyukainya.



 Neji dan Tenten
Sejak awal cerita Neji dan Tenten memang sangat dekat mereka berdua satu tim. Di perjalanan mereka berdua selalu jalan dibelakang "Guru" Guy dan Lee. Mereka berdua sering menjalankan misi bersama. Sebenarnya Tenten yang lebih dulu menyukai Neji. Tenten mengenal Neji sejak ia masih kecil.



 Asuma dan Kurenai
Kedua pasangan ini adalah guru dari para murid yang masih genin. Asuma, guru dari Shikamaru, Ino dan Choji dan Kurenai, guru dari Hinata, Kiba dan shino. Mereka berdua telah menikah dan Kurenai telah mengandung seorang anak. Namun Asuma tewas saat bertarung melawan Hidan dan Kakuzu dari akatsuki.



 Kato dan Tsunade
Pasangan yang sudah lama "berpisah" ini memiliki cerita yang sangat tragis. Dan kato meninggal karena pendarahan yang cukup hebat yang dialaminya.



 Obito dan Rin
Rasa cinta yang begitu mendalam dapat melahirkan kebencian yang mendalam juga. Ungkapan yang tepat buat pasangan berikut ini, Obito dan Rin. Obito yang menyukai Rin harus menerima kenyataan akibat Rin dibunuh oleh Kakashi Hatake. Alasan Kakashi membunuh Rin belum terungkap. Obito yang melihat kejadian tersebut dengan mata dan kepalanya sendiri mulai berubah drastis, dari yang baik menjadi buruk.



 Shikamaru dan Temari
Ini adalah pasangan terpintar dan tercerdas asal desa Konoha dan Sunagakure yaitu Shikamaru dan Temari. Mereka berdua memang jarang terlihat berduaan tetapi apabila mereka dipasangkan, mereka bisa saling melengkapi, Temari bersikap Tegas sedangkan Shikamaru bersikap pemalas. biggrin





Shinobi Yang Ahli Dalam Mengatur Strategi




 Deidara
Deidara Termasuk Shinobi Terpandai Dalam Mengatur Strategi Rupanya. Gaara Yang Di Kalahkan Oleh Deidara Ternyata Mudah Bagi Deidara Untuk Mengalahkan Gaara. Deidara Mengalahkan Gaara Saat Deidara Ingin Menangkap Gaara Di Desa Sunagakure. Tapi, Deidara Cukup Kelelahan Saat Itu Untuk Mengalahkan Gaara Karena Gaara Cukup Kuat Dan Tangguh Dan Sangat Sulit Di Kalahkan Karena Perisai Gaara Yang Melindungi Gaara. Saat Pertama Bertarung Deidara Kalah Dan Kehilangan Tangan Kirinya, Tapi Deidara Dapat Menyusun Strategi Dengan Cepat Dan Akhirnya Pertahanan Mutlak Perisai Gaara Dapat Di Tembus Oleh Bom Milik Deidara Dan Meledakkannya.

 Naruto Uzumaki
Naruto Uzumaki Ternyata Shinobi Yang Cukup Pandai Dalam Hal Strategi. Kenapa Yah…Padahal Naruto Sebenarnya Sangatlah Bodoh. Naruto Uzumaki Bisa Membuat Strategi Saat Sedang Bersama Pasukan Divisi 4. Naruto Uzumaki Dapat Mengalahkan Sandaime Raikage Hanya Denga Satu Serangan. Dia Yang Memikirkan Bagaimana Cara Mengalahkan Sandaime Raikage Yang Sangat Kuat Itu. Tapi, Naruto Ternyata Tau Cara Mengalahkannya Dengan Rasengan Biasa.

 Gaara
Gaara Juga Termasuk Shinobi Yang Pandai Dalam Membuat Strategi. Gaara Yang Bisa Mengalahkan Nidaime Mizukage, Tidak Ada Satu Ninja Pun Yang Bisa Mengalahkan Nidaime Mizukage Saat Itu, Meskipun Sudah Di Beritahu Kelemahannya. Nidaime Mizukage Sudah Di Coba Untuk Di Segel Oleh Gaara Sudah Empat Kali Tapi Tidak Berhasil. Saat Yang Ingin Kesegel Yang Kelima Gaara Sudah Menyiapkan Strategi Yang Sangat Bagus Dan Hebat. Dan Akhirnya Pun Gaara Berhasil Menyegel Nidaime Mizukage.

 Tobi / Uchiha Obito
Tobi / Uchiha Obito Termasuk Salah Satu Orang Yang Sangat Pandai. Dia Juga Yang Mengadakan Perang Dunia Ninja Empat. Dia Yang Mengatur Semua Starategi Untuk Mengalahkan Pasukan Aliansi Shinobi. Strategi Yang Bagus Saat Di Gunakan Oleh Tobi / Obito Uchiha Adalah Zetsu Putih Menyamar Menjadi Salah Satu Shinobi, Agar Dapat Menyerang Satu Demi Satu.

 Shikamaru Nara
Shikamaru Juga Penerus Kepintaran Dari Shikaku Nara Dia Salah Satu Ninja Yang Pandai Sekali Untuk Mengatur Strategi. Shikamaru Sudah Menjadi Chunin Saat Usia 12 Tahun. Dia Juga Bisa Mengalahkan Tayuya Dengan Mudah Dengan Strateginya. Jika Shikamaru Terdesak Dia Akan Berhenti Sejenak Dan Memikirkan Sesuatu, Baru Saat Itu Dia Menemukan Strategi Yang Bagus Untuk Mengalahkan Musuhnya.

 Kakashi Hatake
Kakashi Hatake Juga Salah Satu Shinobi Yang Sangat Pandai Dalam Membuat Strategi. Kakashi Dapat Mengalahkan Haku Dan Zabuza Dua Kali, Saat Masih Hidup Dan Saat Di Edotensei, Dia Melakukan Strategi Tersebut Dibantu Oleh Yang Lain. Dia Juga Dapat Mengalahkan Tiga Ninja Pedang Legendaris Kirigakure Dengan Mudah. Saat Perang Dunia Ninja Empat Banyak Yang Bergantung Kepada Kekuatan Kakashi Karena Strategi Yang Hebat.

Shikaku Nara
Shikaku Nara Ayah Dari Shikamaru Nara, Shikaku Merupakan Otak Dari Semua Strategi Perang Dunia Ninja Empat. Semua Strategi Yang Di Buat Oleh Shikaku Nara Tidak Pernah Gagal Sama Sekali Semuanya Berhasil. Shikaku Yang Mengatur Strategi Semua Shinobi Dapat Di Lakukan Dengan Baik, Tidak Heran Untuk Shinobi Satu Ini, Otaknya Yang Penuh Dengan Strategi Sangat Sulit Untuk Di Tandingi.

Shinobi Yang Tidak di bangkitkan Dengan Edo Tense

Shinobi Yang Tidak di bangkitkan Dengan Edo Tensei
Sekarang kan lagi hangat hangat nya nih anime karena udah masuk ke perang dunia shinobi (ninja) ke-4. Nah makanya ane akan membahas satu per satu tentang karakter karakter di naruto yang tidak di Edo Tensei pada perang dunia shinobi  ke-4 . Langsung aja

  “JIRAIYA”
salah satu dari 3 legenda ninja yang sangat hebat ini tidak dibangkitkan oleh kabuto.
wah, kenapa ya?  
saat jiraiya tewas, mayatnya tenggelam di perairan amegakure yang sangat dalam. lalu kabuto juga menerangkan bahwa ia tidak mampu menemukan mayat jiraiya yang berada di dasar perairan amegakure yang sangat dalam dan juga memiliki tekanan arus bawah air yang sangat kuat.


  “IZUNA UCHIHA”
adik dari madara ini juga tidak dibangkitkan oleh kabuto dengan edo tensei, mungkin karena izuna sudah lama tewas saat sebelum kabuto ada dan sulit juga untuk menemukan mayat izuna untuk diambil dnanya, karena pada saat izuna tewas, konoha belum terbentuk, jadi mayatnya bisa saja ada di tempat lain pada masa itu.
nb: mungkin jika izuna dibangkitkan, maka akan semakin sulit untuk mengalahkan madara edo tensei ya  ?! 


  “MITO UZUMAKI”
istri dari hokage pertama ini tidak dibangkitkan kabuto dalam perang dunia shinobi 4, mungkin karena kabuto informasi tentang kematian mito masih sangat minim dan kemampuannya juga belum tampak jelas, atau mungkin juga kabuto tidak tertarik untuk membangkitkannya.


 “SHISUI”
anak buah danzou yang juga sahabat dari itachi ini tewas terhanyut di sungai nakano.
dan kabuto juga pernah mengatakan, bahwa ia sangat ingin membangkitkan shisui dengan edo tensei, namun dia tidak menemukan mayatnya untuk diambil dna nya. dan jejak tentang shisui juga lenyap begitu saja saat kematiannya. padahal shisui adalah salah satu anggota klan uchiha yang sangat berbakat seperti itachi.


  “SAKUMO HATAKE”
si taring putih konoha yang juga ayah kakashi ini merupakan shinobi yang sangat hebat dan disegani di zamannya. namun jasad sakumo yang berada di pemakaman konoha tidak mampu kabuto temukan untuk diambil sampel dna nya, dan pencarian mayat sakumo tentunya juga akan sangat beresiko, dan jika tidak bisa menemukan makam yang pasti, maka niat kabuto untuk meng-edo tensei sakumo akan terus gagal.



 “KUSHINA UZUMAKI”
karena kematian hokage keempat dan istrinya, kushina uzumaki yang informasinya sangat minim dan dirahasiakan dan karena hanya dikahui oleh hokage ketiga dan para anbu konoha itulah mungkin yang mengurungkan niat kabuto untuk meng-edo tensei kushina     .
mungkin kabuto kesulitan untuk menemukan makam kushina uzumaki.


  “KONAN”
saat konan kalah dan mati pasca bertarung dengan tobi (obito) di laut amegakure, jasad konan terlihat mengambang di laut amegakure yang tentunya sangat mudah jika kabuto ingin mengambil sampel dnanya.
lalu kenapa kabuto tidak meng-edo tensei konan saat perang dunia shinobi 4     ??? 
alasannya adalah, karena saat kematian konan, perang dunia shinobi 4 sudah hampir dimulai, dan lagipula kabuto juga sudah klop dengan para pasukan ninja-ninja edo tensei yang telah dipersiapkannya, dan kabuto tidak ada waktu untuk pergi ke amegakure untuk mengambil dna dari jasad konan, dan pasca tobi (obito) selesai bertarung dengan konan, ia bergegas ke makam nagato untuk mengambil mata rinnegan kiri nagato, lalu kembali ke persembunyiannya dan sudah siap memulai perang bersama kabuto.


 “KISAME HOSHIGAKI”
hampir semua mantan anggota akatsuki dibangkitkan oleh kabuto kecuali konan, hidan, dan kisame.
nah,     , lalu kenapa untuk kisame sendiri kabuto tidak meng-edo tensei nya??? 
alasannya adalah, kisame mati dengan bunuh diri karena dimakan hiu kuchiyosenya sendiri untuk menghilangkan jejak dan agar orang lain tidak mengedo tenseiahui info tentang rencana akatsuki darinya.
dan, walaupun di tempat kematian kisame itu meninggalkan bercak darah yang seharusnya dengan 1 tedo tenseies darah saja kabuto mampu untuk meng-edo tenseinya, namun kabuto tentunya juga tidak mungkin datang ke hutan di pulau kura-kura untuk mengambil sampel darahnya, karena itu merupakan daerah musuh. dan keperluan kabuto datang ke pulau kura-kura hanya untuk menangkap naruto yang menjadi jinchuuriki kyuubi, lalu niat kabuto itu gagal, namun kabuto pulang dengan berhasil menculik yamato dan membawanya kepada tobi (obito).


 “HAGOROMO OOTSUTSUKI (RIKUDOU SENNIN)”
nah, yang terakhir      adalah hagoromo ootsutsuki, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan rikudou sennin.
nah, kenapa ya kabuto tidak meng-edo tensei nya???  
alasan paling simpel tentunya adalah, karena hagoromo tewas tanpa meninggalkan jejak, atau kemungkinan dia tidak mati atau menghilang begitu saja (kalau dalam istilah jawa sih biasa disebut “mukso”). dan lagipula hagoromo hidup jauh di zaman sebelum madara ada, apalagi kabuto.
jadi kabuto tidak mungkin menemukan jasadnya untuk diambil sampel dnanya.


Rabu, 06 Mei 2015

AYO SEKOLAH



AYO SEKOLAH
Karya Ilham


Ketika mentari mulai terlihat merangkak perlahan di ufuk timur, Raodah nampak bergegas menuju kamar tidur anaknya. Pagi yang disambut kokokan ayam jantan dari segala sudut penjuru kampung membuat janda muda itu semakin tampak gelisah. Mengapa tidak, arah jarum jam hampir menunjuk tepat ke angka enam, namun anak semata wayangnya itu tak kunjung bangun dari tidurnya. Bukan hanya gelisah, namun perlahan raut wajah Raodah terlihat begitu kesal setelah melihat tingkah anaknya yang tak seperti biasanya.
“Udin lekas bangun, sudah siang,” begitu kata Raodah setelah tepat berada di tempat pembaringan anaknya itu. Entah masih berada dalam dunia mimpinya, perkataan itu tak digubris Udin.
“Udin ayo bangun, entar kamu telat masuk sekolahnya,” kalimat Raodah sedikit mengoyang-goyangkan tubuh anaknya. Namun, alangkah nikmatnya dunia mimpi, membuat Udin tak kunjung bangun.

Dengkuran udin masih terdengar begitu jelas dikedua telinga Raodah, membuatnya bertambah kesal. Bantal guling yang ada di sisi kanan tubuh anaknya itu diambilnya lalu di pukulkannya ke arah wajah Udin dengan pelan.
“Udiiiin, bangun”. Bukan mendengar, namun merasakan hantaman guling ke wajahnya membuat Udin seketika tersentak bangun. Terlihat sedikit lucu atas respon anaknya membuat Raodah tersenyum mengusir kekesalan hatinya pada anaknya.
“Ah ibu, menggangu mimpi Udin saja,” Ucapan spontan Udin disaat melihat ibunya tersenyum pahit padanya.
“Mimpi, mimpi. Sekarang kamu cepat mandi tidak lama waktunya kamu masuk sekolah”.
“Sekolah, sekolah lagi. Udin malas masuk sekolah bu. Bosan,” Balas Udin sembari menjatuhkan kepalanya kembali ke bantal. Alangkah kaget hati Raodah, ia tak habis pikir bahwa anaknya akan berkata seperti itu.

Ayo Sekolah
Hampir tak dapat berkata lagi, setelah menyaksikan tingkah anaknya yang aneh itu. Udin di mata Raodah dikenal sebagai sesosok anak yang pandai dan rajin. Semenjak Udin mengenal dunia pendidikan, nilai prestasi udin sangat bagus di mata Raodah dan termasuk para gurunya.
“Sudah lah bu, Udin mau tidur lagi untuk melanjutkan mimpi Udin bertemu dengan kakek-kakek tua”. Raodah kembali tersentak kaget mendengar perkataan anaknya seperti itu. Meskipun belum mengerti mengapa sikap dan tingkah anaknya berubah drastis, dengan sikap keibuan Raodah, ia kembali berkata pada anaknya,
“Udin, jika kamu tak sekolah, lantas kamu mau jadi apa nantinya”. Mendengar kalimat ibunya itu, Udin hanya terdiam kemudian menutupi kepalanya dengan bantal.
“Lho, kok Udin seperti ini. Apa Udin tidak kasihan sama Ibu,” Raodah mencoba membujuk Udin, anaknya itu. Seketika pun Udin memutuskan tuk kembali duduk dan menatap Raodah, ibunya.
“Ibu, justru Udin kasihan sama Ibu, sehingga udin memutuskan tuk tidak ke sekolah. Aku kasihan sama ibu, yang menyekolahkan aku dengan orientasi kelak aku kerja jadi pegawai,” kalimat Udin membuat Raodah hanya terdiam.
“Coba ibu pikir, jika esok hari nanti aku tidak jadi pegawai, pasti ibu sendiri akan kecewa. Sebab di pikiran ibu, letak keberhasilan seseorang sekolah itu di ukur apabila dia jadi pegawai nantinya”.
“Tapi Udin, bagaimana caranya kita akan merubah nasib jika kamu tidak sekolah. Apalagi dengan bersekolah, kamu akan menjadi cerdas. Dan setelah cerdas, bukan hanya nasib di keluarga kita yang dapat kamu rubah, tetapi nasib orang-orang miskin lain pun kamu dapat merubahnya,” kalimat balas Raodah mencoba memberi pemahaman pada anaknya itu.

Mendengar perkataan ibunya, udin hanya tersenyum dan meraih kedua tangan ibunya itu.
“Ibu, apa ibu tahu bahwa sekolah itu adalah salah satu bentuk pembodohan pemerintah bagi rakyat miskin seperti kita ini”.
“Udin, maksud kamu apa nak,” Raodah seketika kaget pendengar pengakuan anaknya itu. Sedikit penasaran pun menyelimuti pikirannya.
“Bu, coba ibu pikir, sudah beberapa tahun ini Udin sekolah. Namun tak sedikit pun kesukaan Udin yang terelisasikan oleh sekolah udin sendiri. Udin hobi bermain Drama, namun di sekolah tak pernah mengajarkan kita mengenai drama. Yang ada hanya metematika dan bahasa inggris. Di sekolah juga kalau Udin perhatikan, hanya orang-orang kaya yang mendapatkan pelayanan baik dari guru. Banyak teman-teman Udin yang segolongan dengan kita yang miskin ini, hanya dikomersilkan dari guru-guru. Dibilang bodoh lah, dicap nakal lah sehingga membuat kita merasa diasingkan. Jadi kira-kira apa untungnya jika Udin masih tetap sekolah,” jelas Udin selayaknya orang dewasa. Demikian yang terjadi pada Raodah yang tak habis pikir, apa yang membuat anaknya menjadi seperti itu.

Jarum jam yang menempel di dinding kamar Udin semakin berputar, dan telah menunjukkan tepat pukul 07.00. Namun, anak dan orang tua itu tak beranjak dari ruangan sederhana itu. Percakapan masih saja terus berlangsung membuat mereka terhipnotis seakan tak sadarkan diri.
“Ibu, semalam Udin bermimpi bertemu dengan kakek-kakek tua. Udin tak tahu siapa. Tapi kakek tua itu memberikan pemahaman padaku tentang kondisi pendidikan di kampung kita ini. Udin baru mengerti, ternyata dunia pendidikan di kampung kita ini itu sangat rusak bu,” lanjut Udin bernada kesal.
“Siapa bilang pendidikan itu rusak nak. Coba lihat, sudah berapa kali Udin mendapat beasiswa dari sekolah sebagai siswa terpandai di sekolah. Jadi jangan berpendapat seperti itu dong nak,” Raodah kembali memberi pemahaman dengan mengusap-usap kepala anaknya itu.
“Nah, itulah salah satu kekeliruan pendidikan bu, hanya siswa cerdas yang diakui dan dibantu oleh pemerintah. Sedangkan bagi siswa-siswa yang bodoh tidak dianggap dan tidak diberikan bantuan semacam beasiswa itu”.
“Tapi itu adalah salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan motifasi bagi anak untuk lebih giat belajar lagi,” balas Raodah mencoba melayani perkataan Udin, anaknya. Namun mendengar pernyataan ibunya, Udin kembali tersenyum.
“jadi di mana letak tugas-tugas pendidikan itu sendiri, yang katanya merubah sikap dan prilaku seseorang menjadi lebih baik. Dalam mimpi udin semalam, kakek-kakek itu sempat berkata padaku, bahwa pendidikan hanya akan melahirkan penindas-penindas baru di kapung kita ini bu. Dan itu fakta, sebab mengapa di kampung kita ini banyak pejabat-pejabat korupsi yang merampok uang-uang rakyat. Itu semua dampak dari biaya pendidikan yang mahal. Hmmm, Pokoknya pendidikan itu sangat rusak lah bu,” Sela Udin mencoba mengakhiri perdebatannya dengan ibunya.
Mendengar segala perkataan Udin, Raodah tak habis pikir, hanya karena mimpi anaknya dapat berkata seperti itu. Raodah heran, tingkah anaknya di pagi itu tak ubahnya tingkah orang-orang dewasa. Hampir tak percaya, sebab Udin masih duduk di bangku sekolah dasar kelas tiga.

Menganggap pendapat anaknya tak dapat ditentang lagi, Raodah memutuskan tuk mengikuti arus pikiran anaknya itu agar dia kembali mau melanjutkan sekolahnya lagi.
“Baiklah, ibu sekarang mengerti apa maksud Udin. Memang pendapat kamu semuanya benar. Jadi sekarang ibu mau bertanya pada Udin”.
“Apa itu bu,” sepertinya Udin penasaran mendengar perkataan ibunya.
“Jika sekarang Udin prihatin dengan kondisi pendidikan, jadi apa Udin mau melakukan perubahan terhadap dunia pendidikan di kampung kita ini,” Raodah mencoba menjebak anaknya itu.
“Yah maulah bu. Udin mau merubah sistem-sistem pendidikan. Udin mau menerapkan sistem pendidikan yang tidak berpihak. Udin akan menghapus yang namanya ujian nasional, agar hak-hak guru sebagai orang yang mengetahui tingkat kecerdasan muridnya itu bisa kembali lagi,” kalimat Udin yang terdengar seakan bermain-main dengan imajinasinya sendiri.
“Nah, kira-kira dengan cara seperti apa yang akan membuat Cita-cita Udin seperti itu bisa tercapai,” Raodah kembali bertanya pada Udin.
“Yah, dengan cara bersekolah yang baiklah bu,” kata Udin sedikit memotong pembicaraan ibunya.
“Itu kan,,, Udin sendiri memahami, bahwa bersekolah itu kita dapat mewujudkan cita-cita kita. Tapi mengapa sekarang ini, Udin sendiri tak mau pergi sekolah. Gimana caranya,” Raodah seakan mengejek anaknya, namun sekedar mengembalikan pemahaman Udin seperti sedia kala.
“Oh iya, lho kok Udin bisa lupa sih. Jika Udin tak sekolah, sama halnya aku merelakan diri untuk dibodohkan oleh orang lain,” Udin seakan baru terbangun dari ketidak sadarannya.
“Nah itu baru anak ibu. Berhubung jam baru menunjukkan pukul setengah delapan, lekas mandi. Setelah itu, Udin berangkat sekolah untuk merampok Ilmu pengetahuan,” Gumam Raodah memberi semangat pada anak semata wayangnya itu.
“Baiklah, pokoknya kelak, Udin akan merubah kampung kita ini dengan hasil perjuangan Udin nantinya”. Mendengar pengakuan Udin, Raodah seketika tersenyum simpul lalu memeluk erat anaknya itu.
“Yah sudah, lekas mandi”. Raodah melepas pelukannya, sehingga Udin seketika bersemangat dan segera beranjak meninggalkan tempat tidurnya.

Melihat tingkah anaknya yang lucu, Raodah kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Di sisi lain, Raodah pun merasa lega, akhirnya pengaruh kakek-kakek yang ditemui Udin dalam mimpinya bisa terhapuskan kembali. Ia takut, jika pengaruh kakek-kakek itu terus tertanam di fikiran anaknya, kelak anaknya itu tak akan bercita-cita menjadi pegawai negri lagi. Sebab difikran Raodah, anaknya dianggap berhasil jika dapat mencapai predikat yang namanya PNS. Sebagai ibu yang ingin melihat anaknya berhasil, Raodah kembali bernafas lega setelah beberapa menit ia sempat khawatir dengan sifat kekritisan anaknya yang begitu cepat. Akhirnya, ia memutuskan untuk merapikan tempat tidur Udin yang sangat berantakan. Namun, setelah beberapa detik merapikan tempat tidur anaknya itu, ia kembali dikagetkan dengan kalimat Udin yang kembali menemui ibunya yang masih berada dalam kamar.
“Bu, tapi setelah Udin pikir-pikir, jika Udin tetap sekolah dan akhirnya aku cerdas, apakah aku tidak akan menjadi penindas-penindas baru di kampung kita ini. Udin sepertinya ragu bu akan semua itu”. Mendengar perkataan Udin yang mengagetkan, Raodah hanya terdiam dan tak mampu berkata apa-apa lagi. Ruangan sederhana itu kembali sepi. Anak dan ibu itu semuanya membisu. Sepintas berlalu, bayangan kakek-kakek yang ada dalam mimpi Udin itu kembali terlihat melintas di depan mata. Lalu, semuanya kembali terdiam.
Sekian

 

Template Design By:
SkinCorner